My Sister’s Keeper – Review
Beberapa pencinta film pasti setuju bahwa The Notebook merupakan film drama romantic terbaik sejauh ini. Lalu apa hubungannya film ini dengan The Notebook? Kesamaan diantara kedua film ini adalah sama2 ditangani oleh sutradara Nick Cassavetes. Film2 arahan Cassavetes terbukti benar2 berhasil ‘menyentuh’ para penonton. Film ini salah satunya yang akan bikin anda ikut terbawa emosi dan ikut terharu ketika menontonnya.
Berkisah tentang kelurga Fitzgerald yang mempunyai seorang anak penderita leukimia, Kate yang diperankan oleh Sofia Vassilieva. Seluruh anggota keluarga berusaha dengan berbagai cara agar Kate bisa sembuh dari penyakitnya itu. Cameron Diaz yang memerankan ibu dari Kate digambarkan sangat peduli dengan kesehatan Kate, sampai2 berani mengorbankan kesehatan adik Kate, Anna (Abigail Breslin) dengan mendonorkan beberapa organ dan cairan tubuhnya agar Kate bisa tetap hidup. Masalah muncul ketika Anna merasa dinomer-duakan karena seringnya ia menyumbangkan organ dan cairan tubuhnya, sehingga ia mencari seorang pengacara untuk menuntut ibunya.
Kalau saya tidak salah, ini merupakan film pure drama pertama dari Cameron Diaz, yang sebelumnya lebih sering bermain dalam film komedi. Penampilan Diaz bisa dibilang sangat remarkable, ia dapat membawakan peran ibu yang sangat peduli dan protektif kepada anaknya dengan sangat baik. Tidak ketinggalan acting dari Sofia Vassilieva yang sangat memukau, hingga bisa membuat anda ikut menangis.
Film bergenre drama sebenarnya bukan merupakan genre favorit saya, tapi film drama yang satu ini benar2 membuat saya tersentuh. Bila anda pencinta film drama macam The Notebook, dipastikan anda akan suka dengan film ini.
8/10
2012 – Review
Parade visual effect yang ditawarkan Roland Emmerich dalam film ini benar2 memanjakan mata para penonton. Tidak heran begitu banyak orang yang tertarik hingga rela berlama2 mengantri, selain tentunya tema ceritanya yang kontroversial karena membahas tentang kiamat. Sayangnya kekuatan ceritanya tidak sebanding dengan kehebatan visual effect yang ditawarkan.
Saya tidak akan mengulas lebih dalam film ini, karena memang tidak ada yang perlu dibahas lagi. Cerita yang sangat dangkal, dipenuhi adegan2 ala film disaster hollywood pada umumnya. Film yang kurang berkesan walaupun sebenarnya temanya cukup bagus. Kesan film ‘hollywood’ terlalu menempel di film ini, membuatnya jadi membosankan karena di pertengahan film kita sudah bisa menebak endingnya akan seperti apa. Ditambah banyaknya adegan yang tidak masuk akal, dan adegan2 hoki lainnya yang membuat keluarga Jackson Curtis bisa selamat :nohope: Emmerich tampaknya mencari ‘aman’ dengan menyajikan cerita seadanya tanpa dibumbui konflik dan twist2 yang rumit.
Hype yang tinggi dikarenakan penasarannya orang akan film ini tidak sebanding dengan kualitas filmnya. Maaf bagi pencinta film ini, saya tidak bisa memberi nilai tinggi.
5/10
Zombieland – Review

~ Nut Up or Shut Up ~
Dari judulnya sudah pasti ini adalah film tentang zombie tetapi jangan mengira genre film ini adalah horror, melainkan sebaliknya yaitu komedi, atau bisa dibilang horror komedi. Yup film komedi dengan tema zombie, cukup menarik dan jarang memang, tetapi sebelumnya genre sejenis pernah ada lewat film UK terkenal “Shaun of the Dead”. Walaupun mengusung tema sejenis film ini mempunyai cerita dan penyampaian yang berbeda dan konyol, sehingga membuat film ini pantas diganjar dengan pujian2 dari para kritikus.
Jesse Eisenberg (Adventureland) dipercaya menjadi pemeran utama film ini selain Woody Harrelson. Bercerita tentang seorang survivor bernama Columbus (Eisenberg) dan Tallahassee (Harrelson) yang tadinya tidak saling kenal berusaha menyelamatkan diri dari kota yang sudah penuh dengan zombie, kemudian bertemu sepasang kakak-adik yaitu Wichita dan Little Rock yang juga ingin menyelamatkan diri, mereka berempat mempunyai satu tujuan yaitu pergi ke Pacific Playland, yang katanya disana tidak ada zombie sama sekali. Ceritanya memang tipikal film zombie pada umumnya, tetapi jangan salah sangka dulu, dengan dibumbui joke2 yang segar dan karakter2 yang konyol membuat film ini patut ditonton. Tidak ketinggalan dengan tips2 yang diciptakan sendiri oleh Columbus dalam menghadapi serangan zombie membuat film ini terlihat ‘fresh’.

Penampilan Woody Harrelson tergolong sangat kocak di film ini, karakternya yang gagah, sok asik dan mempunyai cara2 konyol untuk membunuh para zombie, mampu diperankan dengan baik olehnya. Film ini juga diperankan oleh Emma Stone (House Bunny), dan Abigail Breslin (Little Miss Sunshine).
Secara keseluruhan, film ini benar2 sangat kocak dan menghibur. Bisa saya bilang, mungkin ini film terkonyol kedua pada tahun ini setelah “The Hangover”. So pastikan anda menonton film ini ketika keluar di bioskop nanti. Capisce?
8/10
Paranormal Activity – Review

~ What Happens When You Sleep? ~
Mungkin predikat “One of the Scariest Movie of all time” pantas diraih oleh Paranormal Activity. Film horror yang disutradarai oleh Oren Peli ini belakangan menjadi topik hangat pembicaraan di sejumlah media, baik elektronik maupun cetak, selain itu banyak juga dibahas di dalam komunitas/website pencinta film, bahkan sempat menempati peringkat #1 di US Box Office selama beberapa minggu mengalahkan SAW VI.
Pada tahun 2007, film low budget ini tadinya hanya dibuat untuk kepentingan festival film saja (limited screening), hingga pada suatu saat salah satu studio terbesar di Hollywood, Paramount Pictures tertarik untuk mendistribusikan secara luas (wide release). Itu semua dilakukan karena banyaknya request dari penonton yang meminta film ini untuk diputar di sejumlah bioskop.

Cerita dimulai dengan pasangan yang mempunyai masalah karena sering diganggu oleh aktivitas2 paranormal ketika mereka berada di rumah. Karena merasa risih mereka memutuskan untuk merekam segala bentuk aktivitas2 itu ke dalam kamera, yang nantinya bisa dipakai sebagai bukti. Merasa masalah tidak bisa diselesaikan akhirnya mereka memanggil seorang cenayang untuk membantu memecahkan masalah apa yang selama ini terjadi. Bukan memperbaikinya malah mereka semakin di ‘ganggu’ hingga penghujung film. Sepanjang film kita diajak mengikuti alur cerita yang naik-turun, menegangkan sekaligus membuat penasaran, dan yang lebih baik lagi film ini dapat menjaga ketegangannya hingga akhir film. Diambil dengan kamera handheld membuat film ini terus dibanding2kan dengan ‘Blair Witch Project” karena idenya sama.
Hype film ini tergolong sangat tinggi, hingga sutradara ternama Steven Spielberg pun tertarik menontonnya. Merasa kurang sreg dengan endingnya, Spielberg pada saat itu menganjurkan agar ending versi festival diganti demi memuaskan para penonton. Bila anda menontonnya sekarang, anda akan melihat ending versi theatrical atau bisa dibilang ending versi Spielberg, dimana buat saya ending tersebut memang paling cocok untuk mengakhiri film ini.

Mungkin film ini adalah satu2nya film sepanjang tahun 2009 yang bisa bikin saya paranoid setelah menontonnya. Tidak bisa dipungkiri adegan2 yang ada di film ini masih melekat di pikiran saya karena benar2 menegangkan dan mencekam.
Untuk itu saya memberi nilai untuk film ini :
9/10
Tidak direkomendasikan bagi penderita sakit jantung dan ibu hamil (*apa coba
)
(500) Days of Summer – Review

~ This is not a love story. This is a story about love ~
Tidak heran kenapa film ini banyak mendapatkan pujian dari sejumlah kritikus, film yang disutradarai oleh Marc Webb ini memang tergolong bagus dari sejumlah film romantic comedy yang akhir2 ini beredar, sayangnya film ini tidak ditayangkan di bioskop2 tanah air, jadi harus menontonnya melalui dvd.
Dari segi cerita sebenarnya cukup simple, hanya penyampaiannya ke dalam sebuah film menurut saya cukup unik, dengan memakai alur maju-mundur, penonton dibuat terus mengikuti alurnya sehingga muncul rasa penasaran bagaimana endingnya. Itulah yang setidaknya terjadi ketika saya menonton film ini.
Penampilan Joseph Gordon-Levitt dan Zooey Deschanel sangat pas dalam membawakan karakter Tom dan Summer, karena chemistry nya terasa diantara mereka. Ditemani dengan soundtrack2 yang memukau, sangat pas memasukkan lagu2nya ke dalam suatu adegan. Saya berani kasih nilai tinggi, karena memang film ini bagus.
9/10
Michael Jackson’s This is It – Review

Sudah lama tidak mereview film di blog ini, setelah kebanyakan lebih memilih review gadget dan teknologi. Entah kenapa saya tidak bisa tahan untuk tidak me-review film ini. So this it it, this is my review..
Film dokumenter ini menceritakan tentang proses dibalik layar persiapan konser terakhir Michael Jackson yang rencananya akan digelar di London. Di dokumentasi kan dengan baik sekali dari awal audisi pemilihan penari latar yang jurinya adalah Michael sendiri, sampai dengan persiapan performance Michael di atas panggung. Konser ini rencananya merupakan konser terakhir Michael dalam sepanjang karirnya.
Selama hampir 2 jam kita disuguhkan dengan hits2 Michael, sehingga penonton yg menonton serasa dibawa untuk bergoyang dan bernyanyi bersama. Di usia yang terbilang cukup tua, Michael tetap menyuguhkan gerakan2 tarinya yang khas, dan kemampuan vokal yang mumpuni. Sayang konser ini tidak jadi terlaksana karena sang King of Pop telah mengakhiri hidupnya sebulan sebelum konser ini terlaksana.
Yang saya kagum dengan Michael Jackson adalah dia tahu dan paham betul dengan semua lagunya, sehingga ia ingin menyajikan lagu2 nya tersebut dengan cara yang luar biasa. Di dalam dokumenter ini terlihat jelas betapa perfeksionis nya sang raja pop ini, sehingga salah beat sedikit saja pada musiknya dia akan segera mengoreksinya. Konsep konser yang matang dan terencana dengan baik ini lakukan karena ia ingin menampilkan penampilan yang sempurna (flawless) bagi para fansnya.
Hampir semua lagu2 hits Michael ditampilkan didalam dokumenter ini, dari “Thriller”, “Billie Jean”, “I Just Can’t Stop Loving You”, “Beat It”, “Man in The Mirror” sampai lagu2nya ketika masih bersama Jackson 5. Dan bagian paling berkesan buat saya adalah ketika lagu “Earth Song”, ketika lagu tersebut dibawakan dengan penuh perasaan, penonton bisa menilai bahwa Michael benar2 menunjukkan kecintaannya terhadap bumi ini.

Saya sebenernya bukan fans berat Michael Jackson, tapi ketika menonton film ini terasa sekali aura yang terpancar dari dalam dirinya membuat semua orang akan memujanya. Tidak bisa bayangkan kalau seandainya konser ini jadi terlaksana, pastinya akan menjadi konser terhebat sepanjang sejarah musik dunia.
9.5/10
Flip Video MinoHD 2nd Generation

Kamera video portable akhir2 ini sedang menjamur, dikarenakan para pengguna membutuhkan kamera video yang mudah dibawa kemana-mana, untuk mendokumentasikan kegiatan2 mereka sehari2. Terutama bagi para vloggers (sebutan untuk para video blogger), kamera video pocket menjadi suatu keharusan untuk dimiliki, entah untuk dokumentasi pribadi atau untuk di-publish ke dalam YouTube. Oleh karena itu, melihat perkembangan kamera video yang begitu revolusioner, Flip memperkenalkan sekaligus memperbarui kamera video populernya dengan meluncurkan Flip MinoHD Generasi Kedua.
Mendengar keluhan para penggunanya tentang kapasitas penyimpanan, akhirnya mereka merilis Flip MinoHD Generasi Kedua yang telah di upgrade menjadi 8GB, berbeda dengan model sebelumnya yang hanya 4GB. Dengan penambahan kapasitas tersebut, pengguna bisa merekam video kualitas HD 720p selama 2 jam, selain itu juga dilengkapi dengan layar sebesar 2 inch, dan HDMI output yang bisa digunakan untuk menonton langsung di LCDTV, sayangnya kabel HDMI tidak disertakan dalam paket pembelian.
MinoHD yang baru ini juga telah didesain ulang dengan body yang terbuat dari metal, yang membuat gadget ini terlihat kokoh dan beberapa perubahan yang membuat berbeda dari generasi sebelumnya. Produk ini belum bisa ditemui di Indonesia, baru bisa ditemui di US dengan harga $229.
World’s First 3D Notebook by Acer

Seakan tidak mau ketinggalan dengan teknologi 3D, Acer produsen komputer asal Taiwan akan mengadopsi teknologi 3D tersebut ke dalam notebook terbarunya, Aspire 5738DG.
Tidak hanya 3D saja, bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan tampilan standard, Acer Aspire notebook 5738DG memungkinkan Anda untuk dengan mudah beralih antara mode 2D dan 3D. Mode 2D digunakan ketika Anda menggunakan aplikasi standar seperti Word, Spreadsheet, Email dan lain-lain. Dan dengan hanya menekan tombol klik khusus dari mouse memungkinkan Anda untuk masuk ke mode 3D kembali. Teknologi 3D ini akan lebih terasa ketika memutar film 3D atau memainkan game yang berbasis 3D, fitur ini tentunya akan diminati para moviegoers ataupun gamers di luar sana.
Ditambah dengan layar 15,6 inci HD Acer CineCrystal dilapisi dengan kacafilm khusus 3D yang menempel di panel pixelnya, memungkinkan teknologi LCD untuk menampilkan gambar 3D. Para pengguna hanya perlu memakai sepasang kacamata 3D polarizer yang telah disertakan didalam paket pembelian, yang menyaring 2D ke 3D, untuk menikmati film, permainan dan video berdefinisi tinggi.
Notebook 3D pertama di dunia ini dilengkapi dengan layar 3D (pastinya), dan software khusus 3D berikut juga kacamatanya. Dengan semua spesifikasi yang ditawarkan, sangat mengejutkan, notebook ini hanya dibandrol $ 780, cukup murah untuk sebuah notebook dengan teknologi canggih. Itulah Acer, yang selalu mempertahankan gaya mereka dengan menargetkan bagi pengguna kelas menengah.
Latest Product from Apple

Pada tanggal 21 Oktober 2009 lalu Apple, perusahaan yang tidak pernah berhenti berinovasi ini secara diam2 meluncurkan produk baru unggulan mereka. Tidak tanggung2 mereka meluncurkan produk versi terbaru dengan speknya yang jauh dari produk2 sejenis. Sehingga membuat produk lain terlihat ketinggalan jaman.
Desktop All-in-One andalan mereka “iMac” dengan layar 21.5″ dan 27″, berformar layar 16:9 sama dengan format layar LCDTV kebanyakan. iMac model termurah didukung dengan processor Intel Core 2 Duo 3.06GHz, 4GB RAM, dan HDD 500GB. Sedangkan untuk versi termahalnya menggunakan processor Intel Core i5 (Quad Core), yang dimana belum ada desktop all-in-one lain menggunakan processor itu.
Produk lain yang diluncurkan adalah Macbook, macbook white ini didesain ulang dengan menggunakan unibody polycarbonate, sehingga membuatnya terlihat kokoh sekaligus stylish, dilengkapi dengan Glass Trackpad, sepertinya yang sudah pernah diterapkan pada keluarga Macbook Pro dan sedikit peningkatan dari segi speknya. Yang membuat menarik pada Macbook ini adalah, baterai nya yang bisa tahan selama 7 jam. Dibandrol dengan harga $999. Kita tunggu saja kehadirannya di Indonesia.
Dan berikut ini adalah produk yang benar2 baru dari Apple, bukan sekadar product upgrade yaitu Magic Mouse. Teknologi multi-touch yang telah dipopulerkan Apple lewat iPhone dan iPod Touchnya diterapkan kedalam sebuah mouse canggih ini, dengan ditiadakannya trackball maka semua permukaan mouse bisa diklik/clickable. Pengguna bisa menaik-turunkan page melalui sentuhan layaknya menggunakan iPhone/iPod Touch. Selain itu bisa menggeser page ke kiri atau kanan menggunakan dua jari yang digeser bersamaan. Nice!!
Belum ada jadwal resmi kapan produk2 ini akan didistribusikan ke Indonesia, kemungkinan bisa 2-3 bulan lagi, pas disaat Holiday Season.
Partly Cloudy – Pixar’s Latest Short Movie

Inilah short movie terbaru dari Pixar, setelah tahun lalu Wall-E dibuka dengan short movie berjudul “Presto”.
Tahun ini, “Partly Cloudy” akan ditayangkan sebelum “Up”
Bila penasaran ingin menontonnya, ini saya berikan link videonya :








1 comment