Koffie Break

The Princess and the Frog – Review

Posted in Movies by fleimboy on 24 January 2010

The Lion King, Beauty and the Beast, Aladdin, Cinderella, Pocahontas, 101 Dalmatians, siapa yang tak kenal judul2 dari film animasi tersebut, semuanya serasa terus melekat dalam pikiran kita entah cerita ataupun karakternya. Karakter2 tersebut sudah sangat melegenda, sehingga bila mengingat animasi fairytale pasti langsung terpikir nama Disney. Pada jaman itu Disney berhasil  menciptakan cerita2 dongeng tersebut menjadi sangat digemari. Mungkin karena belum banyak studio animasi pada jaman itu, sehingga membuat Disney seperti di atas angin dengan karya2nya.

Bila dibandingkan dengan sekarang ketika beberapa studio animasi mengeluarkan film-film 3D, Disney yang termasuk sebagai salah satu studio animasi terbesar meluncurkan kembali animasi 2D andalan nya yang terkenal sejak era 90-an itu.

The Princess and the Frog – Tiana seorang wanita biasa yang berobsesi mendirikan sebuah restoran di New Orleans tidak sengaja bertemu seekor kodok yang ternyata merupakan Pangeran yang dikutuk dengan ilmu voodoo. Karena ketika kecil selalu didongengkan bahwa bila bertemu Pangeran yang dikutuk menjadi kodok, seorang putri harus menciumnya untuk mengembalikan wujud sang Pangeran, tapi karena Tiana bukanlah seorang Putri (Princess), bukannya si Pangeran kembali ke wujud awal, malah Tiana ikut berubah menjadi wujud kodok. Dibantu dengan si buaya dan si kunang-kunang (lupa nama karakternya), mereka mencari Mama Odie untuk bisa mengembalikan wujud mereka ke semula.

Sentuhan animasi 2D ala Disney sangat melekat dalam film ini, itulah yang menjadi daya tariknya, terutama bagi penonton film Disney terdahulu, pasti berasa seperti nostalgia melihat cerita fairytale Disney ini. Cerita yang sangat ‘Disney’ sekali ditambah dengan nyanyi2an indah khas Disney hampir di setiap adegan. :D Dijamin film ini bisa mengobati kerinduan anda akan animasi 2D yang akhir2 ini sudah jarang beredar. Way to go DISNEY..!!

8/10

Tagged with: , , , ,

Rumah Dara a.k.a Macabre – Review

Posted in Movies by fleimboy on 18 January 2010

Sebelum mengulas film ini, pertama2 saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Kaskus yang telah mengundang para Foviers (sebutan utk Kaskuser Forum  Movie), untuk menonton film ini seminggu sebelum jadwal tayang regulernya.

Sudah dari setahun yang lalu kita menunggu film dari The Mo Brothers ini untuk tayang di bioskop, dan setelah beberapa kali mengalami penggantian jadwal tayang yang tadinya tahun 2009, akhirnya 21 Januari 2010 lah menjadi tanggal tetap penayangan film slasher pertama di Indonesia ini. Kedua sutradara baru ini menggebrak dengan mengeluarkan film yang mengusung genre slasher yang notabene masih baru di dunia perfilman Indonesia. Film yang awalnya berjudul Macabre ini, berganti judul menjadi Rumah Dara, dan tetap memakai Macabre sebagai judul International nya.

Sama seperti tipe film slasher hollywood, cerita nya tidak terlalu rumit, sengaja demikian agar penonton bisa lebih menikmati kepuasan dalam melihat korban2 berjatuhan dan darah muncrat kemana2.. :D The Mo Brothers sangat mengerti titik-titik kepuasan dalam menonton film slasher yaitu tingkat ‘gore’ yang dibuat sangat tinggi, melihat darah dan bagian tubuh terpotong atau tertusuk merupakan hal yang wajib bagi film slasher. Eksekusi Mo Bro yang brilian membuat film ini seperti bukan film Indonesia, semuanya tertata rapi adegan per adegan dan di package dengan sangat-sangat baik. Film yang menegangkan dari awal sampai akhir. Dibantu dengan penampilan dari Shareefa Daanish yang brilian sebagai Ibu Dara menambah kengerian film ini. Dan dengar2 untuk pembuatan film ini, Mo Bro memakai 12 galon darah, ada darah beneran dan darah bohongan.. :D

Definitely worth to watch even for the 2nd/3rd time. Saya rasa tidak akan ada yang bisa menandingi film slasher ini untuk beberapa tahun ke depan. Congratz Mo Brothers.. Terus membuat karya2 yang berkualitas.

ENAKK KANN?!!

9.5/10

Up in The Air- Review

Posted in Movies by fleimboy on 17 January 2010

Sutradara Jason Reitman (Juno) kembali dengan film terbarunya, Up in the Air, diperankan oleh George Clooney, Vera Farmiga dan Anna Kendrick. Film ini baru saja mendapat 6 nominasi Golden Globe Award termasuk Best Motion Picture – Drama. Selain jajaran cast dan sutradara yang terkenal, melihat reputasinya yang begitu wah, membuat saya jadi tertarik untuk menonton.

Bercerita tentang Ryan Bingham yang bekerja di suatu perusahaan, dan bertugas untuk memecat karyawan2 dari perusahaan lain yang ada di berbagai kota. Karena seringnya ia memecat karyawan yg ada di luar kota, airport dan hotel merupakan tempat yang paling ia sering kunjungi. Ditemani oleh seorang karyawan baru, Natalie (Anna Kendrick), dan teman dekatnya Alex (Vera Farmiga) dimulai lah petualangan memecat orang tersebut dari kota ke kota. Hingga pada suatu saat karena terlalu asyik melakukan rutinitasnya, Bingham lupa untuk mencari cinta.

Kisah yang sebenernya simple namun dalam ini mampu digarap dengan baik oleh Reitman, selain itu juga pemilihan tema cerita yang tidak umum membuat film ini berbeda dengan film genre sejenis. Dari awal film dimulai ‘feel’nya sudah terasa enak sekali, dan sampai akhir ditutup dengan sangat baik. Dan saya mendapat info dari teman katanya aktor2 di awal film ketika Bingham melakukan pemecatan itu sebenarnya orang2 yang pernah dipecat sebelumnya di kehidupan nyata, mereka dipakai agar scene pemecatan tersebut terlihat natural :P

Penampilan dari para castnya juga sangat baik, karakter2 yang dibawakan begitu jelas terasa chemistry nya. Congratz buat Anna Kendrick, yang tadinya cuma jadi temannya ‘Bella Swan’ di Twilight Saga, sekarang sudah mulai main di film berkelas. Hehe.. :D Sama seperti Juno, tipe film ini adalah santai tapi serius, hehe, jadi cocok untuk segala umur.

Semoga film ini masuk juga di nominasi Oscar tahun ini.

Nice Job Reitman!!

8.5/10

All About Steve – Review

Posted in Movies by fleimboy on 11 January 2010

Memang Sandra Bullock sepertinya tidak bisa jauh2 dari genre comedy, selalu saja dia terikat dengan karakter2 serupa yang sama dengan karakternya di Miss Congeniality dan The Proposal. Kali ini dalam All About Steve dia memerankan karakter yang mirip2 juga, bercerita tentang Mary, seorang pembuat crossword di salah satu koran lokal yang dijodohkan dengan seorang pria (Bradley Cooper) seorang cameraman sebuah stasiun tv. Melihat tingkah laku Mary yang hiperaktif dan annoying, Steve sejak awal ketika berkenalan langsung menghindari gerak-gerik Mary, dengan modal alasan ada tugas meliput berita di luar kota Steve kabur dari Mary agar tidak bertemu lagi dengannya. Di sisi lain Mary merasa Steve adalah sang “the one”, ia dengan berbagai cara menyusul Steve. Segala cara mengaburkan diri sudah dilakukan oleh Steve, tapi ujung2 nya selalu akan bertemu dengan Mary.

Plot cerita yang sederhana tipikal rom-com hollywood sangat melekat dalam film ini. Bradley Cooper yang sedang naik daun, mulai dari Yes Man, He’s Just Not That Into You sampai komedi paling hilarious 2009, The Hangover jelas menjadi daya tarik bagi para penonton wanita, belum lagi film 2010 nya yaitu The A-Team dan Valentine’s Day sudah siap menunggu ditayangkan. Sandra Bullock lumayan ok dalam membawakan wanita yg hiperaktif dan annoying ini, karena bener2 sukses membuat saya ikut ‘males’ ketika melihat Mary muncul untuk mengejar Steve. Pengen liat penampilan Bullock di The Blind Side, film drama yang cukup fenomenal di US, actingnya katanya hampir bisa menandingi Meryl Streep karena di film itu ia bermain watak.

6.5/10

Sherlock Holmes – Review

Posted in Movies by fleimboy on 9 January 2010

Sherlock Holmes, detektif fiksi terkenal buatan Sir Arthur Conan Doyle kembali difilmkan. Kali ini ditangani oleh Guy Ritchie membuat film ini menjadi sangat ditunggu2 oleh para penggemar filmnya. Downey Jr. memerankan Sherlock Holmes yang berusaha memecahkan kasus pembunuhan2 dan magis dari Lord Blackwood, ditemani oleh Watson (Jude Law) partner abadi dari Holmes. Visualisasi dari Ritchie sangat pas untuk menggambarkan film ini, saya sangat suka ketika dia menggambarkan bagaimana Holmes menganalisa suatu kejadian dan akhirnya bisa memecahkan kasus demi kasus. Dan ditambah efek slow-motion yang sangat detail di beberapa adegan membuat film ini sangat berbeda.

Feel ‘dark’nya mampu dibangun oleh Ritchie dari awal sampai akhir plus dibumbui dengan banyak komedi, membuat film ini sangat fresh, sehingga penonton tidak terlalu dibuat pusing untuk memikirkan bagaimana film ini akan berakhir, penonton seakan2 terbawa oleh petualangan Holmes. Keterikatan 2 karakter antara Holmes dan Watson terlihat sangat erat, mereka saling mengetahui apa yang dibutuhkan partnernya, dan tahu kapan mereka butuh bantuan, membuat saya berpikir Batman & Robin aja ngga bisa seerat ini. hehehe.. :D

Karakter Holmes yang slenge’an membuat saya teringat akan Tony Stark “Iron Man”, apalagi pemeran kedua karakter itu adalah orang yang sama, salut buat Robert Downey Jr. Salut juga buat Guy Ritchie yang berhasil membangun karakter Holmes yang sudah terkenal sejak lama itu dengan baik tanpa mengorbankan style filmnya.

8/10

Sang Pemimpi – Review

Posted in Movies by fleimboy on 9 January 2010

Sebenernya sudah lama saya menonton film ini, pas sebelum tahun baru sekitar bulan Desember akhir. Karena banyak kegiatan dan tentunya liburan jadi belum sempet2 me-review film ini.

Film yang diangkat dari buku kedua tetralogi Laskar Pelangi ini masih digarap oleh crew2 yang sama sepertinya film terdahulunya, Mira Lesmana sebagai produser dan Riri Riza kembali jadi Sutradara dan Penulis. Melanjutkan kisah dari anak2 Belitung yang berusaha mengejar mimpi mereka. Karakter utama masih dipegang oleh Ikal, dia bertemu teman baru yaitu Arai dan Jimbron. Kehidupannya sudah bukan SD lagi tetapi sudah masuk jaman SMA. Ditengah ketidakmampuan materi, mereka berusaha keras demi mencapai mimpi mereka, yaitu menaklukkan Eropa. Dibumbui oleh cerita tentang persahabatan mereka bertiga yang sangat erat, dan konflik2 yang mewarnai kehidupan mereka, sampai akhirnya Ikal dan Arai berhasil mencapai mimpi mereka itu.

Menurut saya, film ini cukup bagus dari segi moral, dan pesan yang disampaikan sangat pas untuk memotivasi pemuda-pemuda jaman sekarang, bahwa janganlah menyerah untuk mencapai cita-cita. Bila dibandingkan dengan Laskar Pelangi, Riri berhasil menjaga kualitas film ini sehingga antara satu film dengan satu film berikutnya mempunyai ikatan yang erat. Yang disayangkan alur yang lambat membuat saya sedikit bosan ketika menonton. Tetapi semua itu bisa diterima karena Riri ingin mengambil esensi seperti yang ada di dalam bukunya, lalu ditawarkan dalam bentuk film. Jadi seperti membaca novel, ceritanya terlalu bertele-tele. Bagi yang tidak membaca bukunya pasti akan merasa bosan.

Overall ini merupakan salah satu film yang menginspirasi para pemuda, agar terus bekerja keras. Kalau untuk perbandingan, jujur saja saya lebih suka Laskar Pelangi. :D

7.5/10

The Fourth Kind – Review

Posted in Movies by fleimboy on 28 December 2009

Ketika mendengar film ini banyak diperbincangkan oleh orang2 di komunitas film, sedikit banyak membuat saya tertarik untuk menonton film ini apalagi banyak yang membandingkan ketegangan film ini dengan Paranormal Activity walaupun berbeda dalam hal tema cerita. The Fourth Kind juga sempat masuk dalam INAFFF 2009 bulan November lalu sebagai Closing Film.

Cerita berpusat di sebuah kota bernama Nome, Alaska, dimana penduduknya selalu mengalami kejadian yang aneh dan ditambah banyaknya laporan mengenai orang yang hilang tanpa jejak yang sampai saat ini belum diketahui penyebabnya. Suatu ketika muncul fenomena baru, sebagian penduduk di kota itu seakan dihantui oleh seekor burung hantu, burung itu selalu mengawasi mereka dari luar rumah seperti memberikan tanda bahwa akan terjadi sesuatu terhadap mereka. Dr. Abigail Tyler (Milla Jovovich) yang seorang psikolog lokal di kota itu, menerima banyak pasien yang mengeluh tentang kejadian itu, untuk menyelidiki kasus itu lebih dalam, dengan bantuan video kamera ia merekam setiap interview yang ia lakukan terhadap pasiennya. Setelah diselidiki lebih lanjut, kejadian burung hantu tersebut itu mengarah ke sebuah penculikan, tetapi bukan penculikan biasa melainkan penculikan oleh alien (alien abduction).

Teka-teki tentang apa/siapa yang menyebabkan itu semua digambarkan dengan cara yang cukup berbeda, sutradara menyertakan juga video yang katanya “real footage” dari kejadian nyata yang pernah terjadi di Nome bersampingan (side-by-side) dengan filmnya. Sengaja untuk coba meyakinkan penonton bahwa film ini merupakan kejadian nyata. Padahal….semua itu cuma rekayasa.

Film yang berdurasi 96 menit ini dimulai dengan sangat lambat, dan sampai akhir pun pace film ini sangat lambat. Diawal2 film saja kalau menurut saya film ini sangat membosankan, ditambah acting dari Milla Jovovich yang kurang meyakinkan membuat saya makin bosan menontonnya. Film ini memang cukup menegangkan tetapi masih kalah menegangkan dibanding dengan Paranormal Activity.

Sorry ngga bisa kasih nilai tinggi2.

6.5/10

Bandslam – Review

Posted in Movies by fleimboy on 19 December 2009

Sebenernya saya sudah nonton film ini sebelum menonton Avatar, tapi entah kenapa baru tertarik untuk me-reviewnya sekarang. :D

Bandslam merupakan film remaja yang saya bilang cukup bagus dan fresh. Mungkin sekilas bila melihat posternya, orang2 akan berpikir bahwa ini sama seperti film remaja yang sudah pernah ada. Tetapi bagi saya film ini punya sesuatu yang beda, selain karena penampilan castnya yang menarik, ceritanya yang agak berbeda dengan film remaja lainnya, dan juga karakter yang ada di film tersebut terasa dekat dengan kehidupan nyata. Iseng jalan2 ke website movie reviews macam RottenTomatoes, agak mengejutkan juga, film remaja seperti ini banyak mendapat kritik positif dari para kritikus dan media.

Will Burton (Gaelan Connell) seorang nerd yang sangat cinta dengan dunia musik, hidupnya tidak bisa jauh2 dari musik, dan dia sangat nge-fans dengan David Bowie. Suatu saat ia memutuskan pindah sekolah karena tidak tahan di sekolah lamanya ia selalu diejek oleh rekan2nya.  SA5M (Vanessa Hudgens) adalah teman pertama Will di sekolah tersebut, bertemu ketika sedang makan di kantin, dan ketika di kantin itu diumumkan bahwa sedang diadakan kontes musik/band yang berhadiahkan ‘record deal’ dari sebuah perusahaan rekaman ternama. Kontes itu diberi nama “Bandslam”. Mendengarkan adanya kontes tersebut Will sangat senang, dan kebetulan Charlotte Banks (Aly Michalka), teman Will yang lainnya, mempunyai sebuah band rock, dan melihat kemampuan dan kecintaan Will dalam dunia musik, Charlotte merekrut Will sebagai manager bandnya, untuk nanti bertanding di Bandslam.

Cerita pertemanan mereka terus berlanjut hingga suatu saat ketahuan bahwa Charlotte hanya memanfaatkan Will demi kepentingan pribadinya, bagaimana nasib bandnya yang akan bertanding di Bandslam? Tonton sendiri filmnya. :D

Kisah pertemanan antara Will, SA5M, dan Charlotte sangat enak untuk diikuti, SA5M yang cenderung pendiam, Charlotte yang mantan cheerleader terkenal di sekolahnya, dan Will seorang nerd yang tergila-gila dengan musik berhasil dibawakan oleh para cast dengan baik. Penonton ikut terbawa dalam alur cerita filmnya, konflik2nya, dan tentu kisah cintanya. Ditemani soundtrack2 yang juga bagus, membuat film remaja ini layak untuk ditonton. Film ini bisa dikategorikan sebagai “Not Another Teen Movie”. Hehehe..

8/10


James Cameron’s AVATAR – Review

Posted in Movies by fleimboy on 18 December 2009

~ The Most Anticipated and Best Movie of 2009

Gelar itu pantas didapatkan oleh AVATAR, proyek James Cameron yang sudah bertahun2 dibuat ini akhirnya keluar juga. Setahun terakhir kita disodorkan dengan foto2 produksi film ini membuat makin penasaran dan kabarnya film ini memakan biaya sampai 400 Juta Dollar. Tetapi dengan biaya sebesar itu, biaya itu tidak akan sia-sia bila ditangani sutradara sekelas Cameron. Setelah sukses membuat Terminator dan Titanic menjadi raja Box Office, kali ini Cameron menciptakan dunia khayalannya sendiri ke dalam film dengan CGI tercanggih yang pernah ada. Menggunakan teknik animasi/CGI yang dashyat dan berbeda dari film lain, membuat animasi di film ini sangat nyata. Bahkan bisa dibilang animasi terbaik yang pernah ada.

Cerita dimulai dengan Jake Sully seorang mantan marinir yang lumpuh, dan ditugaskan untuk menggantikan kakaknya yang telah meninggal. Karena kesamaan DNA dengan kakaknya, ia dikirim ke planet Pandora untuk menggunakan Avatar yang pernah dimiliki kakaknya. Avatar tersebut digunakan agar para manusia bisa berbaur dengan para penduduk planet Pandora yaitu Na’vi. Tujuannya untuk penelitian terhadap planet tersebut karena planet itu sangat kaya akan sumber daya alam. Di film ini digambarkan manusia yang serakah dan mau mengambil semua hasil sumber daya alam nya sehingga para penduduk Pandora marah, di lain pihak karena keasikan Jake memakai avatar tersebut, ia menjadi dekat dengan penduduk setempat dan merasa dirinya seperti para penduduk Pandora bukan manusia lagi.

Singkat cerita Jake bimbang ketika pertarungan antara manusia dan suku Na’vi berlangsung, ia harus membela rasnya yaitu manusia atau ikut membela suku Na’vi untuk mempertahankan planet itu dari penjajahan manusia. Untuk itu tontonlah sendiri filmnya, dijamin akan larut dalam ceritanya dan tercengang melihat keindahan Pandora.

Film ini berdurasi sekitar 2 1/2 jam, tetapi tidak membosankan karena Cameron dengan visi briliannya benar2 berhasil membuat kita seakan2 meninggalkan bumi sejenak dan ikut berpetualang di planet Pandora. Lingkungan dan pemandangan Pandora divisualisasikan sangat indah, ditemani dengan scoring yang juga tak kalah indahnya, membuat para penontonnya seakan berada disana. Definitely worth to watch, dan kalau bisa tontonlah versi 3Dnya, karena akan mendapat feel yang beda apalagi ketika scene malam dimana hutan2 di planet tersebut turns into glow in the dark.

Perfect movie for a holiday season.

9.5/10

Iron Man 2 – Official Trailer

Posted in Movies by fleimboy on 17 December 2009

Superhero yang satu ini menjadi tambah populer ketika ceritanya diangkat ke dalam sebuah live-action film pada tahun 2008 lalu. Robert Downey Jr. sukses membawakan tokoh Tony Stark dengan baik oleh karena itu pihak studio langsung merencanakan sequel dari Iron Man. Dan hari ini Paramount baru saja merilis trailer resmi sequel dari Iron Man yang akan dirilis 7 Mei 2010. Masih disutradarai oleh Jon Favreau, sutradara Iron Man pertama, di sequel ini ada penambahan beberapa karakter termasuk musuh dari Iron Man seperti Whiplash (Mickey Rourke), Black Widow (Scarlett Johansson), dan War Machine (Don Cheadle).

Check the trailer below :