New York, I Love You – Review

~ every moment another story begins ~

Melihat jajaran cast film ini siapa yang tak mau mencoba menonton film ini, dipenuhi dengan aktor dan aktris A-List jelas menjadi daya tarik New York, I Love You. Diproduseri oleh produser dan penulis yang sama dengan Paris je t’aime (2006), konsep yang ditawarkan juga kurang lebih sama, perbedaannya hanya di setting lokasi film, kali ini mengambil tema kisah cinta di New York. Konsep yang sama pula, film ini di shoot oleh beberapa sutradara, tidak hanya satu. Setiap sutradara menangani setiap segmen yang berbeda-beda tetapi mempunyai satu tema yaitu cinta.

Pesan-pesan dari film ini mampu disampaikan dengan baik, setiap segmennya begitu bermakna dalam menyampaikan pesan cintanya. Cerita yang tadinya terpisah-pisah, lama-kelamaan menjadi berkesinambungan walaupun tidak semua cerita akhirnya nyambung. Tetapi tetap New York akan mendapatkan predikat sebagai kota yang romantis, setelah Paris.

Jujur saja saya belum sempat untuk menonton Paris je t’aime, jadi belum bisa membandingkan kualitas cerita dari kedua film ini, tapi mendengar cerita dari teman2 yang sudah menontonnya, mereka lebih memilih Paris je t’aime entah karena faktor apa, tetapi yang penting saya cukup suka dengan New York, I Love You. Bila melihat lebih jauh tentang Emmanuel Benbihy, sang produser ini sedang menyiapkan film serupa yang bersetting di Shanghai, dan akan beredar pada tahun 2011 berjudul ‘Shanghai, I Love You”. Hmm..apakah Benbihy bisa merubah Shanghai menjadi kota yang romantis juga? Kita tunggu saja nanti..😀

~~~~ 7.5/10 ~~~~

This entry was posted in Movies and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to New York, I Love You – Review

  1. aquinova says:

    “..setiap segmennya begitu bermakna dalam menyampaikan pesan cintanya.”

    Bener sih. Sebenernya agak bosan untuk ditonton (buat gw) karena semua terlalu lambat.. Dan mendayu-dayu.. Tapi somehow memang ‘deep’ ya filmnya.. Cantik.

    Gw suka banget segment yang Shia.. Oh sama yang ‘daddy-nanny’ itu.. Pait banget! Hehe..

  2. xcatra says:

    kl “jakarta, gw jatuh cinta” kapan neh kira2? hahahahaha… hrs nya yang shanghai entar pake bhs china lah. wong paris aja pake bhs france kan tuh…..

    ada beberapa yang ceritanya gw suka, ada beberapa yang gw gk ngerti malah…. mang unik seh kl film2 kek gini mah😀

  3. movie-klik says:

    saya memang sedikit agak bosan nontonnya, tapi saya tetep nunggu2 shanghai, i love you🙂 penasaran hehehe. visit my blog http://www.movie-klik.blogspot.com

  4. Andy says:

    wah tak kusangka gaya penceritaan film ini bakal ringan, ternyata lumayan bereat untuk mempersepsikannya, bahkan kalo bukan penonton yang terbiasa dengan muatan seperti ini akan cenderung bosan…

    saya suka bagian kisah nya julia christie dengan shia labeouf, bikin penasaran juga nyari maksudnya…tapi emang bagian ini yang paling menonjol……
    yang bagian shu-Qi juga keren

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s