The Princess and the Frog – Review

The Lion King, Beauty and the Beast, Aladdin, Cinderella, Pocahontas, 101 Dalmatians, siapa yang tak kenal judul2 dari film animasi tersebut, semuanya serasa terus melekat dalam pikiran kita entah cerita ataupun karakternya. Karakter2 tersebut sudah sangat melegenda, sehingga bila mengingat animasi fairytale pasti langsung terpikir nama Disney. Pada jaman itu Disney berhasil  menciptakan cerita2 dongeng tersebut menjadi sangat digemari. Mungkin karena belum banyak studio animasi pada jaman itu, sehingga membuat Disney seperti di atas angin dengan karya2nya.

Bila dibandingkan dengan sekarang ketika beberapa studio animasi mengeluarkan film-film 3D, Disney yang termasuk sebagai salah satu studio animasi terbesar meluncurkan kembali animasi 2D andalan nya yang terkenal sejak era 90-an itu.

The Princess and the Frog – Tiana seorang wanita biasa yang berobsesi mendirikan sebuah restoran di New Orleans tidak sengaja bertemu seekor kodok yang ternyata merupakan Pangeran yang dikutuk dengan ilmu voodoo. Karena ketika kecil selalu didongengkan bahwa bila bertemu Pangeran yang dikutuk menjadi kodok, seorang putri harus menciumnya untuk mengembalikan wujud sang Pangeran, tapi karena Tiana bukanlah seorang Putri (Princess), bukannya si Pangeran kembali ke wujud awal, malah Tiana ikut berubah menjadi wujud kodok. Dibantu dengan si buaya dan si kunang-kunang (lupa nama karakternya), mereka mencari Mama Odie untuk bisa mengembalikan wujud mereka ke semula.

Sentuhan animasi 2D ala Disney sangat melekat dalam film ini, itulah yang menjadi daya tariknya, terutama bagi penonton film Disney terdahulu, pasti berasa seperti nostalgia melihat cerita fairytale Disney ini. Cerita yang sangat ‘Disney’ sekali ditambah dengan nyanyi2an indah khas Disney hampir di setiap adegan.😀 Dijamin film ini bisa mengobati kerinduan anda akan animasi 2D yang akhir2 ini sudah jarang beredar.

7/10

This entry was posted in Movies and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to The Princess and the Frog – Review

  1. Aquinova says:

    Duh.. Gw pengen banget nonton nih karena 2D.. Tapi gw agak rasis sih..

    Tapi musiknya Disney ngga mungkin salah!

  2. movietard says:

    Nice review! saya termasuk yang menunggu hasil produksi Disney yg tanpa campur tangan Pixar ini,
    dan ini memang khas Disney sekali walopun jujur, beberapa stereotype gaya Disney tetap ada di film ini😦
    btw, salam kenal ya,
    saya link blognya yaaa🙂

  3. xcatra says:

    wuih… memang cuy disney ntu raja nya 2D dah, sungguh kangen banget sama 2D, film ini bener2 bisa membuat ke kangenan gw sama 2D terobati lah, krn tak d sangka gw juga besar krn disney loh….

    apa lg nuansa film ini jazz, wow!!! u know i love jazz…. sumpah keren, musik2 nya juga gw suka, disney tanpa OST nya gk mungkin, dimana ada disney 2D d situ ada OST yang bagus😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s