Rumah Dara a.k.a Macabre – Review

Sebelum mengulas film ini, pertama2 saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Kaskus yang telah mengundang para Foviers (sebutan utk Kaskuser Forum  Movie), untuk menonton film ini seminggu sebelum jadwal tayang regulernya.

Sudah dari setahun yang lalu kita menunggu film dari The Mo Brothers ini untuk tayang di bioskop, dan setelah beberapa kali mengalami penggantian jadwal tayang yang tadinya tahun 2009, akhirnya 21 Januari 2010 lah menjadi tanggal tetap penayangan film slasher pertama di Indonesia ini. Kedua sutradara baru ini menggebrak dengan mengeluarkan film yang mengusung genre slasher yang notabene masih baru di dunia perfilman Indonesia. Film yang awalnya berjudul Macabre ini, berganti judul menjadi Rumah Dara, dan tetap memakai Macabre sebagai judul International nya.

Sama seperti tipe film slasher hollywood, cerita nya tidak terlalu rumit, sengaja demikian agar penonton bisa lebih menikmati kepuasan dalam melihat korban2 berjatuhan dan darah muncrat kemana2..😀 The Mo Brothers sangat mengerti titik-titik kepuasan dalam menonton film slasher yaitu tingkat ‘gore’ yang dibuat sangat tinggi, melihat darah dan bagian tubuh terpotong atau tertusuk merupakan hal yang wajib bagi film slasher. Eksekusi Mo Bro yang brilian membuat film ini seperti bukan film Indonesia, semuanya tertata rapi adegan per adegan dan di package dengan sangat-sangat baik. Film yang menegangkan dari awal sampai akhir. Dibantu dengan penampilan dari Shareefa Daanish yang brilian sebagai Ibu Dara menambah kengerian film ini. Dan dengar2 untuk pembuatan film ini, Mo Bro memakai 12 galon darah, ada darah beneran dan darah bohongan..😀

Definitely worth to watch even for the 2nd/3rd time. Saya rasa tidak akan ada yang bisa menandingi film slasher ini untuk beberapa tahun ke depan. Congratz Mo Brothers.. Terus membuat karya2 yang berkualitas.

ENAKK KANN?!!

9.5/10

This entry was posted in Movies and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Rumah Dara a.k.a Macabre – Review

  1. Aquinova says:

    Karena gw ngga kedapetan tempat duduk weekend kemaren, yasudah gw komenin trailernya aja gimana? Ahahaha..

    Kayaknya worth to watch banget.. And definitely ngga norak kayak film2 (so called) thriller atau horrornya Indo.. Dari trailernya kayaknya super seru.. Danishnya juga sepertinya keren (sekalipun aksen/cara ngomongnya tetep ngga enak -_-)..

    Ayo dong siapa yang mau ngajak gw nonton film ini..

    • fleimboy says:

      ingrid ngajakin tuh bareng anak2.. tapi pasti lo lebih milih diko… hahaha.. :kabur:

      thx udh menjadi pengunjung tetap blog saya.. :malu:

      • Aquinova says:

        Huu bukannya milih Diko euy.. Saya udah janji soale sama dia dan Retno.. Hehe.. Kawan-kawan dengan paradigma ‘killing is fun’😀

        Kalo bareng, lo iktu lagi ngga? Yuk! Gw udah sepuluh taun ngga nonton bareng lo.. Kapan lagi sih gw bisa nonton film berkualitas bareng si koffiebreak yang lagi happening ini? Ahaha.. Yuk kita komentarin aksennya Danish bareng2..

  2. xcatra says:

    EENNNAAAAAKKKKK!!!!!!!

    the best indonesian slasher movie so far….

    good job mo bro!!!

  3. salmon says:

    good job lan, blog lo tampak menarik. uda lama banget ga main ke sini, ternyata uda nambah banyak reviewnya. hehe.

  4. Aquinova says:

    Tak sengaja gw menonton kemarin.. Harusnya gw sama Ingrid juga tuh >.<

    Gw sih suka lho.. Sekalipun gw ngga bisa ngebayangin ada kehidupan kayak gitu ngga jauh dari Jakarta.. Hahaha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s