Sang Pemimpi – Review

Sebenernya sudah lama saya menonton film ini, pas sebelum tahun baru sekitar bulan Desember akhir. Karena banyak kegiatan dan tentunya liburan jadi belum sempet2 me-review film ini.

Film yang diangkat dari buku kedua tetralogi Laskar Pelangi ini masih digarap oleh crew2 yang sama sepertinya film terdahulunya, Mira Lesmana sebagai produser dan Riri Riza kembali jadi Sutradara dan Penulis. Melanjutkan kisah dari anak2 Belitung yang berusaha mengejar mimpi mereka. Karakter utama masih dipegang oleh Ikal, dia bertemu teman baru yaitu Arai dan Jimbron. Kehidupannya sudah bukan SD lagi tetapi sudah masuk jaman SMA. Ditengah ketidakmampuan materi, mereka berusaha keras demi mencapai mimpi mereka, yaitu menaklukkan Eropa. Dibumbui oleh cerita tentang persahabatan mereka bertiga yang sangat erat, dan konflik2 yang mewarnai kehidupan mereka, sampai akhirnya Ikal dan Arai berhasil mencapai mimpi mereka itu.

Menurut saya, film ini cukup bagus dari segi moral, dan pesan yang disampaikan sangat pas untuk memotivasi pemuda-pemuda jaman sekarang, bahwa janganlah menyerah untuk mencapai cita-cita. Bila dibandingkan dengan Laskar Pelangi, Riri berhasil menjaga kualitas film ini sehingga antara satu film dengan satu film berikutnya mempunyai ikatan yang erat. Yang disayangkan alur yang lambat membuat saya sedikit bosan ketika menonton. Tetapi semua itu bisa diterima karena Riri ingin mengambil esensi seperti yang ada di dalam bukunya, lalu ditawarkan dalam bentuk film. Jadi seperti membaca novel, ceritanya terlalu bertele-tele. Bagi yang tidak membaca bukunya pasti akan merasa bosan.

Overall ini merupakan salah satu film yang menginspirasi para pemuda, agar terus bekerja keras. Kalau untuk perbandingan, jujur saja saya lebih suka Laskar Pelangi.😀

7.5/10

This entry was posted in Movies. Bookmark the permalink.

2 Responses to Sang Pemimpi – Review

  1. catra says:

    gw sama sekali lom sempet nonton film ini neh….

    tp kemunculan film ini bertabrakan dengan film fenomenal AVATAR james cameron, beraaatt lawan nya. tp lumayan rame juga neh kok, soal nya best seller book di indonesia seh, apa lg tetralogi nya terkenal abis tuh, banyak yang baca, cuma gw doank salah satu yang kagak baca buku nya :p

  2. salmon says:

    pengen mencoba nonton, tapi uda ga punya temen lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s